CUKUPKAH ASI BAGI BAYIKU ?
Katika Kimi lahir dan aku memutuskan untuk memberi ASI eksklusif banyak yang mempertanyakan ? Mengapa ? Karena Bunda Kimi & Akhtar ini orangnya kecil mungil ……….ce ile… no protes please… Tinggi 155 cm dan Berat Badan 38 kg.
Hampir setiap temen yang datang menjenguk Kimi bilang begini , “ Emangnya cukup ASI-mu ?'” dengan mimik wajah tidak percaya.
Temen-temenku tersayang cukup tidaknya ASI tidak tergantung pada Penampakan Ibunya hi..hi..
or ukuran “ kemasan “ ASI-nya. Berdasarkan pengalamanku ASI sangat tergantung pada beberapa faktor berikut :
- Tekat or kemauan , ibunya harus punya semangat laksana pejuang 45, tapi ini bener lo, dalam perjalanan waktu banyak ibu-ibu yang berguguran menyerah pada Susu Formula.
- Berpikir Positif, Ada dua hormon yang menentukan produksi dan distribusi ASI dalam jumlah tepat sesuai kebutuhan bayi yaitu prolaktin & oksitosin. Hormon Oktosin 60%dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan ibu,karena itu disebut Love Hormone. Kalo ibunya berpikiran negatif tentang ASI or kondisi emosinya menurun, maka pengeluaran hormon Oktosin akan terhambat yang menyebabkan pengeluaran ASI benar-benar terhambat.
- Dukungan orang disekitar kita, terutama suami Istilah sekarang Breastfeeding Father ( apaan tu ? ) nanti aku jelasin dalam postingan berikutnya, OKE.
Sekarang tentang bayinya, berikut beberapa tanda bahwa bayi ( Kimi ) insya allah cukup minum ASI:
- Berat badannya bertambah setelah dua minggu pertama. Bayi 3 –6 bulan, setiap bulan beratnya mesti bertambah 500 gr or 125 gr setiap minggu.
- Kulit bayi merona sehat dan pipinya kencang
saat dicubit ( pelan-pelan ya nyubitnya… ) -
3. Payudara ibu kosong dan terasa lembek setelah menusui
- 4. Bayi terlihat kenyang setelah minum ASI ( Biasanya Kimi akan bertampang “ mabok “ )
-
5. Cukup PUP dan pipisnya ( pipisnya jernih, tidak kuning )
-
duuh kimi...luthunya..