Baby Walker Kimi
Memasuki usia 8 bln Kimi punya hobi baru yaitu berjalan kesana kemari, karena dia belum bisa jalan sendiri kamipun harus selalu memegang badan atau tangannya ( istilah Jawa-nya menitah ). Tak ada bosennya dari pagi bangun tidur sampai malam, jalan tertatih-tatih sambil teriak-teriak dan ngoceh-ngoceh...hihi..hi..lucu juga sih liatnya tapi kita yang memegangi wow capeknya jangan ditanya..hiks
Setelah satu persatu mulai dari bunda, rama sama mbaknya yang mengasuh sakit pinggang, akhirnya kami memutuskan untuk mencari bantuan terakhir yaitu meletakkan Kimi di Baby Walker. ![]()
Sebenenarnya sempat ragu juga karena dari beberapa artikel yang pernah kubaca tak satupun yang menganjurkan penggunaan Baby Walker ini. Katanya pemakaian baby walker tidak ada manfaatnya dan kadang justru memperlambat kemampuan berjalan si kecil. Posisi duduk dalam babywalker membuat bayi nyaris selalu tersangga sehingga ia tidak cukup terlatih untuk menopang dirinya sendiri. Selain itu, penggunaan babywalker yang berlebihan juga dapat mengakibatkan anak jalan berjingkat/jinjit akibat terbiasa bergerak maju dengan cara mengayuh. Dari survey ternyata juga ditemukan kecelakaan pada bayi sering terjadi justru karena penggunaan baby walker. Ih serem kan ??
Tapi bertolakbelakang dengan pengalamanku sendiri, si Mas Akhtar dulu juga pake Baby Walker dan semuanya fine aja, umur 1 th bisa jalan, jalannya juga bagus (tidak jinjit ). Jadi menurutku penggunaan baby walker boleh aja karena bener-bener menghemat tenaga orang tua asal tidak berlebihan penggunaannya, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan kalo emang kita memilih menggunakan baby walkers :
-
Pastikan ruangan yang aman ( jauh dari gas, listrik, api dan alat berbahaya lain) lantai datar serta jauh dari tangga.
-
Awasi selalu bayi saat menggunakan baby walker, jangan sekali-kali meninggalkan bayi di baby walkernya tanpa pengawasan.
-
Gunakan baby walkers yang memenuhi standard keamanan ( pilih bentuk “kotak”daripada yang bentuk bulat, ukuran yang luas dan kokoh serta rodanya besar )
-
Perhatikan tinggi dudukan baby walkers, jangan terlalu tinggi (membuat anak ialan jinjit) or justru terlalu rendah
-
Karena bagaimanapun proses alami lebih baik, maka beri kesempatan lebih banyak pada bayi untuk bergerak dilantai atau berjalan dititah daripada di letakkan di baby walkernya
setuju dengan point nomor 5. ayo semangat ya belajar jalannya supaya bisa jalan2 ke mall :)
ikhsan dulu ga pake baby walker, masalahnya cuman aku males belinya aja karena bakalan dipake sebentar hehe.
Masa netah ikhsan cuma 1 bulan aja, selanjutnya umur 11 bulan dah jalan. Dari artikel2 yg kubaca, kalao netah baeknya pake 1 tangan dan kita berjalan berdampingan dengan anak (jadi bukan di belakang anak). Katanya cara itu lebih menstimulasi anak untuk berjalan.
yuk kimi yang semangat latihan jalannya ya....
hhmmmm..jadi inget Farrell dulu pas pake baby walker...anyway, tips nya bagus juga bun
waktu daffa belajar jalan juga pakai baby walker dan gak ada masalah, belum setahun daffa sudah bisa jalan sendiri. sekarang freya juga aku pakein baby walker bun.... gak papa lah ya....
Bunda... rel sekarang juga lagi belajar pakai baby Walker.. dia seneng bgt lho..
Walaupun blom gitu mahir, awalnya Arel hanya bisa mundur, sekarang jalan ke samping hihihi lucu deh, soalnya baru 1 minggu ini dipakai nya :)
Dulu aku ragu juga mo kasih Arel Baby Walker.. tapi setelah dapat masukan dari teman teman, gak papa kok Bun...
kalau shinfa dulu, ada sih baby wolker tapi jarang2 dipakai. seperti point yg kelima di atas, lbh sering pakai proses alami. yuk, kimi... semangat latihan ya...
salam kenal bunda.......tipsnya bagus ya.
dilihat dr foto2nya..kimi kelihatan menikmati baby walkernya yah..? hehehe...
halo kimi....sudah bisa jalan belum yaaa....
emang dengan baby walker lebih enak bund...sy belum pernah coba,krn kedua anakku semua titah alat bantunya spt tali monyet ! hehehe....mau pake baby walker,masalahnya rumahku SSSSSSS (sangat sempit susah slonjor!! hehehe.....